#DIRUMAHSAJA, mengingat penyebaran virus ini yang sangat cepat dan melalui kontak interaksi manusia, pemerintah Indonesia menghimbau untuk dalam beberapa jangka waktu ke depan segala aktivitas harap dilakukan di rumah. Hingga menunggu pandemi ini benar benar berakhir. Sayangi keluarga, teman, saudara dan orang orang yang kalian sayangi, dengan tetap #DIRUMAHSAJA.

SITUASI COVID-19 KABUPATEN NIAS BARAT

KECAMATANOTGSelesai Pemantauan OTGODPSelesai Pemantauan ODPPDPPOSITIFSEMBUHMENINGGAL
LAHOMI1116070000
MANDREHE0310070000
SIROMBU5171040000
MORO'O0108170000
MANDREHE UTARA568020000
LOLOFITU MOI7117010000
ULU MORO'O071060000
MANDREHE BARAT084050000
TOTAL1810451390000
Update 19 Mei 2020 | Sumber Data: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Nias Barat

Keterangan

  • Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah orang yang tidak bergejala dan memiliki risiko tertular dari orang positif COVID-19. Orang tanpa gejala merupakan kontak erat dengan kasus positif COVID-19.
  • Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yang mengalami demam (≥ 380C) atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal.
  • Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu demam (≥ 380C) atau riwayat demam, disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal.

COVID-19 Hotline 119 ext 9
Kemenkes RI

Call Center Covid-19 Pemprovsu

Hotline Media Center Gugus Tugas Pemprovsu

Call Center COVID-19 Kab. Nias Barat

Apa yang harus diketahui?

Apa Itu COVID-19?

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCoV), jenis baru coronavirus yang pada manusia menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Pada 11 Februari 2020, World Health Organization (WHO) mengumumkan nama penyakit yang disebabkan 2019-nCov, yaitu Coronavirus Disease (COVID-19).

Gejala

Gejala umum berupa demam ≥38°C, batuk kering, dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Penularan

Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Seseorang juga bisa terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.